Lihat Daftar Isi

Syarat dan Ketentuan Layanan Schoters

Terakhir diperbarui: 22/07/2022

Halaman Syarat dan Ketentuan Layanan Schoters (“S&K”) ini mengatur perihal penggunaan Pelanggan atas layanan yang dikelola oleh PT PARTNER IMPIAN MILENIAL (“Schoters” atau “Kami”) meliputi produk yang Schoters tawarkan, serta mekanisme pemesanan, pembayaran atau penggunaan layanan yang tersedia.

Untuk dapat menggunakan layanan Schoters, Pelanggan wajib untuk membaca dan memahami S&K ini. Dengan membeli dan menggunakan layanan Schoters, Pelanggan menyatakan bahwa telah membaca, mengerti dan menyetujui untuk terikat secara hukum dan tunduk kepada seluruh ketentuan dalam S&K ini dan dokumen-dokumen lain sebagaimana dimaksud di dalamnya.

DAFTAR ISI

  • Ketentuan Umum
  • Syarat dan Mekanisme Pembayaran dengan Cicilan
  • Catatan Penting
  • Istilah Penting
  • Perubahan Mengenai Syarat dan Ketentuan
  • Persetujuan atas Syarat dan Ketentuan
  • Batasan Tanggung Jawab
  • Keadaan Kahar (Force Majuere)
  • Hak Kekayaan Intelektual
  • Kerahasiaan dan Keamanan Informasi
  • Perlindungan Privasi
  • Pelanggaran & Sengketa

Ketentuan Umum

  1. Personil yang tercakup dalam Schoters untuk hal ini adalah seluruh jajaran manajemen, staf pengajar, admin, sales/marketing, dan seluruh personil/individu yang berperan dalam menjalani operasional program/layanan milik Schoters.
  2. Yang dimaksud dengan “Student” dalam S&K ini adalah siswa/individu yang membeli dan menggunakan program/layanan milik Schoters.
  3. Yang dimaksud dengan “Wali Student” dalam S&K ini adalah orangtua dan/atau orang yang ditunjuk sebagai wali untuk Student.
  4. Yang dimaksud dengan Pelanggan dalam S&K ini adalah Student dan/atau Wali Student.
  5. Yang dimaksud dengan “Sub-S&K” dalam S&K ini adalah sub-bagian yang mengatur tentang program/layanan milik Schoters.
  6. Schoters dan Pelanggan secara sendiri-sendiri disebut sebagai “Pihak” dan secara bersama-sama disebut sebagai “Para Pihak”.
  7. Produk yang sudah dibeli/dipesan tidak dapat dikembalikan dalam bentuk apapun dan dengan alasan apapun.
  8. Pelanggan tidak dapat melakukan penukaran atas sebagian atau seluruh bagian dari produk yang telah dibeli menjadi produk lain yang terdapat di dalam cakupan layanan Schoters.
  9. Pelanggan tidak dapat melakukan pemindahtanganan produk dari satu pihak ke pihak lainnya. (Contoh: Memberikan 5 jam bimbingan yang tersisa kepada saudara)
  10. Pelanggan tidak dapat melakukan penambahan durasi maupun perpanjangan masa berlaku layanan.
  11. Pembelian produk/layanan kursus harus dilakukan dengan menggunakan Akun Calon Student agar Pelanggan dapat tercatat sebagai Student untuk kursus tersebut.
  12. Setiap pembelian produk/layanan di Schoters akan dikenai convenience fee sesuai jumlah yang tertera di halaman Check Out.
  13. Setiap pembelian produk/layanan di Schoters dengan menggunakan mekanisme installment seperti kartu kredit akan dikenai installment fee sesuai jumlah yang tertera di halaman Check Out.
  14. Identitas maupun dokumen pribadi yang diberikan Pelanggan kepada Schoters tidak akan disalahgunakan untuk kepentingan lain dan akan dijaga kerahasiaannya dari pihak luar.
  15. Segala hal dan/atau ketentuan yang tidak tercantum pada dokumen ini akan diatur di peraturan Schoters dalam dokumen terpisah.

Syarat dan Mekanisme Pembayaran dengan Cicilan

  1. Pembelian layanan melalui Paket Cicilan dapat dibayarkan sebanyak 2 (dua) s/d 6 (enam) kali pembayaran, sesuai dengan pilihan Pelanggan.
  2. Pembayaran ke-1 wajib dibayarkan pada saat pembelian produk.
  3. Pembayaran ke-2 jatuh tempo pada hari ke-30 terhitung setelah pembayaran ke-1, dan seterusnya. Schoters akan mengirimkan tagihan/invoice kepada Pelanggan pada saat jatuh tempo Pembayaran ke-2 dan seterusnya.
  4. Jangka Waktu Pembayaran ke-2 dan seterusnya adalah MAKSIMAL 7 (tujuh) hari setelah dilakukannya penagihan sesuai Poin 2.3 S&K ini.
  5. Jika Pembayaran ke-2 atau seterusnya tidak dibayarkan sesuai Poin 2.4 S&K ini, maka bimbingan akan dihentikan sementara waktu sampai dengan pembayaran dilunasi.

Catatan Penting

    S&K ini mencakup juga mengenai layanan Schoters yang diatur dalam setiap Sub-S&K, dimana seluruh ketentuan dalam S&K ini berlaku untuk semua Sub-S&K yang tercantum didalamnya, adapun rincian Sub-S&K yang dimaksud adalah:

    a)

    Syarat & Ketentuan "NEW" Study Abroad Academy;

    b)

    Syarat & Ketentuan Study Abroad Academy;

    c)

    Syarat & Ketentuan Lingua Academy berbasis LMS;

    d)

    Syarat & Ketentuan Lingua Academy;

    e)

    Syarat & Ketentuan International Academy;

Istilah Penting

    Setiap arti dari istilah-istilah penting yang digunakan dalam sub-bagian masing-masing Academy diatur dalam Daftar Istilah pada setiap Syarat & Ketentuan masing-masing Academy.

Perubahan Mengenai Syarat & Ketentuan

    Schoters berhak untuk melakukan perubahan apapun terhadap seluruh S&K yang berlaku. Perubahan tersebut akan diberitahukan kepada seluruh Pelanggan dan/atau Student yang masih aktif.

Persetujuan Atas Syarat & Ketentuan

  1. Student tidak dapat menggunakan layanan bimbingan, kecuali jika Student telah menyetujui S&K ini.
  2. Jika layanan bimbingan dibeli dengan persetujuan wali Student, maka Wali Student juga diharuskan membaca dan menyetujui untuk mematuhi S&K ini.

Batasan Tanggung Jawab

  1. Schoters tidak bertanggung jawab apabila Pelanggan tidak dapat dihubungi selama masa berlaku bimbingan.
  2. Pelanggan setuju untuk membebaskan Schoters dari setiap klaim atau tuntutan, jika Schoters tidak dapat memfasilitasi akses dan/atau penggunaan platform, baik sebagian maupun seluruhnya, karena suatu Keadaan Kahar (Force Majeure).

Keadaan Kahar (Force Majeure)

  1. Bahwa Force Majeure yang dimaksud dalam S&K ini adalah hal-hal yang diluar dugaan dan/atau diluar kemampuan Para Pihak yang menyebabkan kegagalan salah satu Pihak untuk melaksanakan kewajibannya yang berakibat merugikan Para Pihak.
  2. Bahwa Pihak yang mengalami Force Majeure wajib untuk mengirimkan pemberitahuan secara tertulis kepada Pihak lainnya setelah Force Majeure terjadi untuk mendapatkan pertimbangan lain, adapun batasan maksimal jangka waktu pemberitahuan tertulis pasca Force Majeure tersebut akan mengacu kepada aturan yang tertera dalam masing-masing Sub S&K.
  3. Bahwa Force Majeure yang dimaksudkan dalam pasal ini adalah termasuk namun tidak terbatas kepada:

    a)

    Kecelakaan;

    b)

    Orangtua, Anak, Suami/Istri, dan/atau keluarga yang tinggal serumah meninggal;

    c)

    Sakit (dibuktikan dengan surat keterangan dari pihak medis);

    d)

    Perang, pertempuran (baik yang dinyatakan ataupun tidak), penyerangan, perang saudara, kekerasan massal;

    e)

    Pemberontakan, revolusi, huru-hara, perebutan kekuasaan;

    f)

    Bencana alam seperti gempa bumi, banjir, angin topan, tanah longsor dan bencana alam lainnya yang mengakibatkan rusaknya bangunan atau peralatan;

    g)

    Kebakaran, wabah penyakit, demonstrasi, krisis ekonomi;

    h)

    Larangan penguasa atau peraturan-peraturan pemerintah dalam bidang politik, ekonomi dan keuangan yang berakibat terjadinya perubahan yang drastis bagi kehidupan dan/atau dunia usaha, serta hal-hal lainnya yang tidak dapat dihindari dan tidak dapat dilakukan prediksi sebelumnya.

  4. Bahwa apabila terjadi Force Majeure, maka Para Pihak sepakat dan setuju untuk merundingkan kembali hak dan kewajiban Para Pihak dalam hal pelaksanaan kegiatan yang dimaksud dalam S&K dan Sub-S&K ini.
  5. Bahwa keadaan Force Majeure yang mungkin mengakibatkan hambatan atas pelaksanaan sebagian maupun seluruh kegiatan yang dimaksud dalam S&K dan Sub-S&K, tidak dengan sendirinya merupakan alasan untuk pembatalan atas kegiatan tersebut, kecuali atas kesepakatan Para Pihak.
  6. Bahwa kegagalan pelaksanaan produk/layanan yang diakibatkan oleh Force Majeure adalah bukan merupakan pelanggaran atas isi dari Syarat & Ketentuan ini.

Hak Atas Kekayaan Intelektual

  1. Pelanggan tidak diperbolehkan menggunakan dan/atau mengizinkan untuk menggunakan bagi pihak lain, hak atas kekayaan intelektual milik Schoters, termasuk tetapi tidak terbatas kepada, merek dagang, hak cipta atas logo, brosur dan pamflet, paten atas proses dan produk, desain, rahasia dagang milik Schoters, tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Schoters.
  2. Pelanggan tidak diperbolehkan mendaftarkan hak atas kekayaan intelektual milik Schoters, termasuk tetapi tidak terbatas kepada, merek dagang, hak cipta atas logo, brosur dan pamflet, paten atas proses dan produk, desain, rahasia dagang milik Schoters, tanpa memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Schoters.
  3. Bahwa segala bentuk penggunaan hak atas kekayaan intelektual milik Schoters harus atas persetujuan tertulis dari Schoters.
  4. Segala Hak Atas Kekayaan Intelektual yang ada dalam layanan Schoters, termasuk namun tidak terbatas pada informasi teknis terhadap produk dan jasa, termasuk produk know-how, formula, rancangan, diagram alur, kode, proses penelitian, hasil penelitian, penemuan, riset proyek, pengembangan produk, spesifikasi teknis, korespondensi, metode, strategi, gambar, tulisan dan lain-lain yang dihasilkan sehubungan dengan layanan Schoters, adalah sepenuhnya menjadi Hak Atas Kekayaan Intelektual milik Schoters tanpa dapat diganggu gugat di kemudian hari.
  5. Bahwa atas segala hak atas kekayaan intelektual yang dimaksud dalam Syarat & Ketentuan ini, tanpa seizin Schoters, Pelanggan dilarang menyimpan atau memperlihatkan, menjual, memberitahukan dan/atau memberikan kepada pihak ketiga manapun dan/atau membawa keluar informasi terkait hak atas kekayaan intelektual tersebut dari lingkungan yang menjadi cakupan layanan Schoters baik dalam bentuk asli, rekaman, salinan dan/atau catatan-catatan lainnya.
  6. Bahwa segala bentuk pelanggaran terkait Hak Atas Kekayaan Intelektual yang dilakukan oleh Pelanggan, maka dengan ini Pelanggan menyetujui dan wajib untuk memberikan ganti rugi kepada Schoters sesuai dengan kerugian yang diderita oleh Schoters dan/atau sesuai Undang-Undang yang berlaku sebagai akibat dari pelanggaran terkait Hak Atas Kekayaan Intelektual tersebut. Schoters berhak untuk menempuh tindakan hukum yang dirasa perlu sesuai dengan hukum yang berlaku dan Pelanggan wajib dan bersedia untuk bertanggung jawab atas segala konsekuensi hukum yang timbul dari pelanggaran terkait Hak Atas Kekayaan Intelektual tersebut.

Kerahasiaan dan Keamanan Informasi

  1. Yang dimaksud dengan “Informasi Rahasia” dalam S&K ini adalah informasi yang menjadi rahasia didalam seluruh program/layanan Schoters, mencakup namun tidak terbatas pada rekaman sesi bimbingan program/layanan Schoters yang mengandung rahasia dagang milik Schoters, rahasia dagang pada umumnya, data, teknologi, produk, kebijakan harga, metode operasional, teknik pengembangan produk atau rencana, invensi, penemuan, rumus, informasi teknis, metodologi, proses, model, desain dan desain proyek, data penelitian pasar, rencana pasar dan strategi, konsep, “pengetahuan (know-how)” dagang, perangkat lunak spesifik, perlengkapan, interface, dokumen, spesifikasi, forecast, proyeksi, analisa, algoritma, sistem pemrosesan komputer, objek dan source code, buku petunjuk pengguna, sistem dokumentasi hasil pengujian, informasi keuangan, informasi pelanggan, data karyawan, data vendor, data supplier, informasi lisan, tertulis, grafis atau informasi yang dapat dibaca mesin baik dalam bentuk hard copy, elektronik, softcopy apapun juga, informasi yang tercakup di dalam perangkat lunak komputer, spesifikasi, materi, catatan dan sarana-sarana lain dimana informasi rahasia mungkin disimpan atau diperbanyak, yang berhubungan dengan informasi penelitian, pengembangan atau rencana usaha saat ini ataupun dimasa mendatang, informasi keuangan, informasi pelanggan, kekayaan intelektual, pengoperasian atau sistem, informasi perusahaan, lisensi, kontrak-kontrak, aset-aset dan informasi penting lainnya yang dapat berbentuk namun tidak terbatas pada tulisan dan/atau lisan, gambar, foto, laporan, catatan, rekaman, grafik, data magnetik, data elektronik, email, cakram optik (optical disc), dokumen yang bertuliskan “rahasia” dan/atau bentuk lain yang secara langsung maupun tidak langsung disampaikan oleh atau diungkapkan oleh Schoters kepada Pelanggan pada saat pelaksanaan program/layanan Schoters.
  2. Pelanggan wajib untuk menjaga setiap informasi yang diberikan oleh Schoters yang diungkap pada saat pelaksanaan program/layanan Schoters dan Pelanggan dilarang untuk memberikan informasi apapun kepada publik mengenai hal-hal yang termasuk namun tidak terbatas pada Informasi Rahasia ataupun hal lain yang berhubungan dengan Informasi Rahasia, Pelanggan tidak akan menggunakan segala Informasi Rahasia tersebut untuk hal lain diluar tujuannya dalam mengikuti program/layanan milik Schoters.
  3. Pelanggan tidak akan memberikan atau menggunakan bagian manapun dari Informasi Rahasia ini kepada pihak lainnya tanpa persetujuan dari Schoters.
  4. Schoters berhak untuk mengungkapkan Informasi Rahasia apabila hal tersebut diharuskan oleh aturan hukum atau oleh Pengadilan, Badan Pengawas, atau pihak berwenang lainnya. Schoters akan memberitahukan kepada Pelanggan segera setelah Schoters memenuhi persyaratan untuk melakukan pemberitahuan tersebut.
  5. Seluruh Informasi Rahasia akan menjadi milik Schoters, semua temuan, rekomendasi, laporan, dan hasil lainnya dari pelaksanaan program/layanan milik Schoters, akan menjadi bagian dari Informasi Rahasia dan menjadi milik Schoters.
  6. Bahwa atas segala Informasi Rahasia yang dimaksud dalam Syarat & Ketentuan ini, tanpa seizin Schoters, Pelanggan dilarang menyimpan atau memperlihatkan, menjual, memberitahukan dan/atau memberikan kepada pihak ketiga manapun diluar kepentingannya dalam pelaksanaan program/layanan milik Schoters dan/atau membawa keluar Informasi Rahasia tersebut dari lingkungan yang menjadi cakupan layanan Schoters baik dalam bentuk asli, rekaman, salinan dan/atau catatan-catatan lainnya.
  7. Bahwa segala bentuk pelanggaran atas Kerahasiaan & Keamanan Informasi yang dilakukan oleh Pelanggan, maka dengan ini Pelanggan menyetujui dan wajib untuk memberikan ganti rugi kepada Schoters sesuai dengan kerugian yang diderita oleh Schoters dan/atau sesuai Undang-Undang yang berlaku sebagai akibat dari pelanggaran atas Kerahasiaan & Keamanan Informasi tersebut. Schoters berhak untuk menempuh tindakan hukum yang dirasa perlu sesuai dengan hukum yang berlaku dan Pelanggan wajib dan bersedia untuk bertanggung jawab atas segala konsekuensi hukum yang timbul dari pelanggaran atas Kerahasiaan & Keamanan Informasi tersebut.

Perlindungan Privasi

  1. Pelanggan dilarang untuk menanyakan pertanyaan kepada personil Schoters dengan pertanyaan yang sifatnya pribadi dan menjadi privasi personil Schoters.
  2. Bahwa apabila ada informasi yang merupakan Privasi dan Data Pribadi milik personil Schoters yang terlanjur diketahui oleh Pelanggan, maka Pelanggan wajib untuk merahasiakan Privasi dan Data Pribadi terkait personil Schoters yang dimaksud, terkait dengan hal tersebut Pelanggan tidak akan menyebarkan/menggunakan informasi tersebut untuk keperluan apapun.
  3. Bahwa segala bentuk pelanggaran atas Perlindungan Privasi yang dilakukan oleh Pelanggan, maka dengan ini Pelanggan menyetujui dan wajib untuk memberikan ganti rugi kepada Schoters sesuai dengan kerugian yang diderita oleh Schoters dan/atau sesuai Undang-Undang yang berlaku sebagai akibat dari pelanggaran atas Perlindungan Privasi tersebut. Schoters berhak untuk menempuh tindakan hukum yang dirasa perlu sesuai dengan hukum yang berlaku dan Pelanggan wajib dan bersedia untuk bertanggung jawab atas segala konsekuensi hukum yang timbul dari pelanggaran atas Perlindungan Privasi tersebut.

Pelanggaran & Sengketa

  1. Dalam hal terjadi perbedaan pendapat/penafsiran atas hal-hal yang tercantum di dalam S&K ini atau terjadi perselisihan/sengketa dalam hal pelaksanaannya, maka Para Pihak sepakat untuk menyelesaikannya secara musyawarah mufakat.
  2. Bahwa apabila musyawarah mufakat telah dilakukan dan diupayakan namun perbedaan pendapat/penafsiran dan/atau perselisihan/sengketa tidak dapat diselesaikan oleh Para Pihak, maka penyelesaian Para Pihak sepakat untuk menyelesaikannya sesuai dengan hukum yang berlaku dan mengikatkan diri menjalankan prosedur hukum beracara yang berlaku di Indonesia dan memilih Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagai forum penyelesaian.